Pencarian ::
Kata kunci
 
Email Login ::
  UserName
Password
 

 

Proses Billing TELKOMNetInstan

Untuk kenyamanan Anda, kami menginformasikan proses pengolahan billing TELKOMNet Instan mulai dari pencatatan sampai ke hadir dalam format tagihan TELKOMNet.

Proses Pencatatan Data

Pencatatan data merupakan proses awal yang sangat penting dari proses billing TELKOMNet Instan. Semua proses dilakukan dengan otomatis oleh sentral dan server. Proses manual hanya terjadi pada pemindahan media, misalkan penggantian tape rekaman serta penyimpanan di tempat yang aman.

  • Panggilan : Pelanggan melakukan dial ke 0809 8 9999 dari Telepon Telkom. Sentral Telepon lokal (dimana saluran Anda tersambung) akan meneruskan ke perangkat Akses (Remote Access Server) TELKOMNet Instan yang tersebar di banyak tempat.
  • Rerouting : Jika penuh TELKOMNet penuh, maka panggilan akan dialihkan ke RAS lain yang mungkin masih ada saluran yang kosong. Jika semua saluran TELKOMNet Instan penuh, maka sentral akan memberikan nada sibuk.
    Koneksi TELKOMNet Instan : Jika koneksi berhasil, maka akan terdengar jawaban dari TELKOMNet berupa sinyal modem. Pada saat ini sub-sistem komputer di Sentral akan melakukan pencatatan di RAM (memori komputer). Sistem ini dikenal dengan nama Automatic Message Accounting dan disingkat AMA.
  • Otorisasi di sistem Internet : Setelah RAS TELKOMNet menjawab panggilan, dilakukan proses otorisasi yang meliputi pengecekan User name, Password, Atribut Pemanggil. Jika sesuai, maka sistem akan mengijinkan koneksi ke Internet. Jika tidak, maka akan dikirim pesan salah.
  • Pencatatan di TELKOMNet : TELKOMNet juga mencatat koneksi awal berupa Waktu Koneksi Awal, User Name dan Atribut Pemanggil, termasuk nomor telpon pemanggil.
  • Dial Selesai : Pengguna atau sebab lain melakukan pemutusan. Proses dial ke 0809 8 9999 selesai.
  • Pencatatan di TELKOMNet : Sistem pencatat TELKOMNet akan merekam ke harddisk koneksi akhir, berupa Waktu Koneksi Awal, User Name, Atribut Pemanggil, Nomor Telpon pemanggil.
  • Pencatatan di Sentral Telkom : Dalam pencatatan ini, AMA akan menyimpan data : Nomor Telpon pemanggil (A Number), Nomor Telpon yang dipanggil (B Number), Tanggal, Jam percakapan ke harddisk. Data ini disebut Call Data Recording (CDR).
  • Penyimpanan ke Tape di Sentral : Setelah Harddiks penuh atau pada periode tertentu, CDR di harddisk akan dipindahkan ke Tape. Tape inilah yang akan diproses lebih lanjut.
  • Labelisasi Tape : Setelah Tape penuh, maka Tape yang berisi CDR akan di ganti dengan yang baru dan diberi label.

Pemrosesan Billing TELKOMNetInstan

Pemrosesan Billing TELKOMNet Instan dilakukan setiap tanggal 1 bersama dengan proses billing TELKOM. Berikut detil proses billing TELKOMNet Instan :

  • Pembacaan Tape : Tape yang berisi CDR dikumpulkan dan dibaca melalui Tape Reader untuk mengkonversikan data dari format tape ke format database. Pemrosesan billing tidak hanya CDR TELKOMNet Instan, tetapi juga CDR dari hasil perhitungan pulsa lokal, SLJJ, Seluler, SLI (dari provider SLI) dll. Pembacaan data ini dilakukan dalam periode tertentu. Untuk wilayah Jakarta, pembacaan tape dilakukan setiap hari. Namun ada juga yang dilakukan tiap minggu ataupun tiap bulan, tergantung jenis sentral dan volume traffik
  • Pemrosesan Billing : Pada akhir bulan (sebelum tanggal 1) proses billing dilakukan secara simultan. Karena besarnya jumlah rekaman, database memerlukan tempat penyimpanan yang sangat besar, bahkan sampai berorde TerraByte dan memerlukan proses berhari-hari
  • Distribusi Data : setelah proses billing (termasuk TELKOMNet Instan) berhasil, database didistribusikan ke server-server yang terhubung ke berbagai Outlet, misal Bank, dan Anda dapat melakukan pembayaran.

Pemrosesan Data Cadangan

  • Sumber Data : Sumber data RADIUS (Remote Authentication and Dial Up Service), yaitu pencatatan oleh sistem Internet dari TELKOMNet.
  • Proses Data RADIUS : Data ini hanya digunakan sebagai cadangan (backup), tidak digunakan sebagai dasar penagihan (kecuali ada kegagalan di CDR TELKOMNet Instan). Pencatatan ini digunakan sebagai pembanding dengan data dari Sentral untuk mengetahui keakuratan data. Dari hasil sampling, pencatatan di sentral jauh lebih akurat dibanding dengan sistem RADIUS. Hal ini dapat dimengerti karena sistem sentral sudah sangat mapan, bahkan sudah ada sebelum perang dunia ke dua. Sedang sistem Internet (termasuk sistem RADIUS) baru berkembang pertengahan tahun 1990-an.
  • Pelacakan Hackers : Jika terjadi kejahatan Internet, data ini akan digunakan untuk menelusuri pelaku. Penelusuran hackers hanya dilakukan atas permintaan Kepolisian.